Pergeseran Fungsi Tari Ja’i Dari Ritual Ke Profan Di Kota Lampung Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seni tari merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang sudah cukup lama keberadaannya atau telah hadir dari zaman dahulu dan berkembang hingga saat ini. Jawaban: lima contoh tari massal adalah sebagai berikut. a. Tari gambyong dari Surakarta b. Tari golek dari Yogyakarta c. Tari giring-giring dari Kalimantan d. Tari mafia dari Irian Jaya (Papua) e. Tari merak dan sulintang dari Jawa Barat 43. Tuliskan nilai estetis dari tari saman yang berasal dari Aceh dilihat dari unsur gerak tari! Entah itu terhibur karena gerakan penari, tampilan dan juga alunan iringan lagu yang menghibur. salah satu contoh tari yang berfungsi sebagai hiburan adalah tari tayub yang berasal dari Jawa Tengah yang ditarikan sebagai hiburan ketika para petani c Sarana Terapi Biasanya sarana sebagai terapi ini digunakan oleh sebagian orang dalam penyembuhan
\n\n contoh tari sebagai sarana katarsis
Tari Nguri adalah contoh tari kreasi baru yang lahir dari lingkungan kerajaan Sumbawa. Tarian ini merupakan tarian yang dipentaskan untuk tujuan menghibur. Saat sang raja Sumbawa ditimpa kesulitan, tarian ini akan dimainkan para wanita istana untuk mengurangi kedukaan sang raja. Tari nguri kini sering dipertunjukan sebagai tarian penyambut tamu.
Iringan musik pada tari bisa juga sebagai pemberi suasana. Di mana menggambarkan suasana sedih, marah, gembira dan dapat menegaskankan ungkapan gerak tari. Iringan musik pada tari juga bisa sebagai ilustrasi atau pengantar tari. Di mana maksudnya memberi suasana pada saat tertentu jika dibutuhkan pada suatu garapan tari.
Tari sebagai upacara Tari memiliki fungsi sebagai sarana upacara yang erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat, yaitu ritual keagamaan atau kepercayaan seperti animisme, totemisme dan dinamisme. Contoh tari yang erat kaitannya dengan ritual keagamaan adalah tari Hudoq dari Kalimantan. Teori Kreasi Aristoteles. Hubungan antara sastra dengan masyarakat selanjutnya dirumuskan kembali oleh Aristoteles, dengan teori kreasi. Berbeda dengan Plato yang memandang sastra sebagai tiruan kenyataan, Aristoteles (via Luxemburg dkk, 1984) memandang mimesis yang dilakukan para seniman tidak berarti semata-mata menjiplak kenyataan, melainkan merupakan sebuah proses kreatif. jrrUQ.
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/176
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/284
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/65
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/276
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/317
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/23
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/297
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/232
  • ytfi9l1p1d.pages.dev/333
  • contoh tari sebagai sarana katarsis